Jangkrik Dan Kodok
Masih hangat di telingaku
Dekap mesra lingkar tanganmu
Di atas dua roda yang ku kayuh
Disetapak dingin bulan juli itu
Semakin erat sembari menenggelamkan mukamu dipunggungku
Saat wewangian khas rumah terkhir menghampiri
Semakin berat kayuhanku
Kidung jangkrik dan dan tasbih kodok
Menemani kebisuan malam itu
Desir rumput pun terbangun
Kala lumpur yang tergilas asmara menerpanya
Pelan tapi pasti kita segera sampai
Di ujung jalan persimpangan perpisahan
Dengan rindu yang terkemas disaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar