Doamu Sayang
Sabar sabarlah sayang aku pasti akan datang
Menjemputmu kembali pulang merangkai sebuah kebahagiaan
Tenang kan hatimu sayang aku pasti akan datang
Memjemputmu kembali pulang merangkai sebuah harapan
Kita hanya tersekat jarak... ruang dan waktu saja...
Bukan berpisah rasa dan jiwa semata
Di sini menjalani hari dengan sendiri
Di sini sendiri aku masih menjaga hati
Lalu saling mendoa untuk mengobat rindu
Sebesek Rindu
Aku datang hendak menebar resah
Menaburi duri duri rindu di sepanjang jalan.
Ini kotamu yang dulu kita susuri habis
Hingga ujung gang yang bertulis buntu.
Tawamu masih renyah ditelinga, merekah pada bunga sepanjang trotoar.
Pudar sudah kenanganku pada dirimu.
Namun...
Hangat iklas pelukmu masih ku nikmati walau sudah berbentuk jingga di langit sore.
Tak ingin habis aku menyusurinya.
Dan ku bawa sebesek rindu untuk kunikmati beberapa hari nanti di kotaku.
Aku datang hendak menebar resah
Menaburi duri duri rindu di sepanjang jalan.
Ini kotamu yang dulu kita susuri habis
Hingga ujung gang yang bertulis buntu.
Tawamu masih renyah ditelinga, merekah pada bunga sepanjang trotoar.
Pudar sudah kenanganku pada dirimu.
Namun...
Hangat iklas pelukmu masih ku nikmati walau sudah berbentuk jingga di langit sore.
Tak ingin habis aku menyusurinya.
Dan ku bawa sebesek rindu untuk kunikmati beberapa hari nanti di kotaku.
Andai aku menjadi Tanah
Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tentang perkataan yang sia-sia dan penuh dusta hingga keluar kata² dari mereka "seandainya aku menjadi tanah"_
Tentang perkataan yang sia-sia dan penuh dusta hingga keluar kata² dari mereka "seandainya aku menjadi tanah"_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar